Jumat, 28 Maret 2014

Supervisi dalam Pekerjaan Sosial

 Supervisi secara kata memiliki arti menganalisis dan mengontrol. Supervisi merupakan indirect service (pelayanan tidak langsung), maksudnya orang tersebut tidak bekerja langsung di lapangan, ia hanya mengontrol dan mengawasi jalannya pekerjaan agar on the right. Salah satu contoh dari indirect service adalah dengan menganalisis, memberikan masukan, dan mengktitisi proses rancangan kebijakan seperti Undang-Undang.

Kompetensi supervisi
Menurut Association of Social Worker Canada:
1.    Mendalami nilai-nilai, kode etik, dan prinsip-prinsip pekerja sosial (CASW)
2.   Supervisor pekerja sosial harus memiliki kekuatan untuk mendorong orang lain agar lebih baik dan berkembang. “sesuatu yang tidak punya tidak mungkin memberi”

3.    Supervisor pekerja sosial harus memiliki da mengembangkan pengetahuan dan  keterampilan supervisor
4.    Berpengetahuan khusus tentang bidang yang mereka supervisee
5.    Pekerja sosial dalam praktik memiliki akses secara mudah, ruti, dan supervisi yang                   sistematis
Menurut Australian Association of Social Workers (2000)

1.      Memiliki kualifikasi pekerja sosial terdaftar anggota AAS
2.      Memiliki pengalaman praktik sekurang-kurangnya 2 tahun
3.      Memiliki pengalaman menjalani dasar-dasar pelatihan supervisi praktik kerja mahasiswa  pekerja sosial dan punya beberapa pengalaman dalam supervisi mahasiswa
4.      Sudah mengikuti dan lulus dalam kursus-kursus supervisi pekerja sosial minimal 30 jam
 

     Peraturan Mensos RI No 16 tahun 2012 tentang Sertifikasi Peksos Profesional dan Tenaga Kesejahteraan Sosial”
     “Seorang Supervisor yang boleh mensupervisi adalah mereka yang telah memenuhi standar kompetensi dan sudah memiliki sertifikat asisten peksos atau peksos generalis atau peksos spesialis”

Menjadi Supervisor yang baik, ada 10 hal yang harus diperhatikan:
1.      Ekspresikan
Sesuaikan dengan visi-misi lembaga atau organisasi berada

2.      Tunjukan kompetensi
3.      Perlihatkan sikap positif sebagai sebuah tim kerja
4.      Mudah diakses
5.      Konsisten (istiqomah)
6.       Pembagian kerja
Siapa melakukan apa, dimana, dan bagaimana

7.      Beri pelatihan
8.      Beri tanggapan, ga boleh dicuekin
9.      Berbagi informasi
10.  Ekspresikan penghargaan
 

       Supervisor adalah seseorang yang mampu melihat lebih luas untuk memandang dan menentukan kualitas dan atau memberikan pelayanan terbaik kepada klien secara kuantitatif maupun kualitatif. Supervisor yang baik akan terjun ke lapangan untuk melihat kondisi di lapangan, bahkan akan lebih bagus lagi apabila supervisor lebih tahu kondisi di lapangan daripada peksos tetapi tetap yang melakukan direct service adalah peksosnya.

Hal-hal di bawah ini akan sangat membantu untuk mendefinisikan supervisor:
1.      Harus tahu fungsi supervisi
Robinson: supervisor adalah seseorang yang memiliki kemampuan atau pengetahuan lebih dan memberikan kemampuan itu kepada orang yang di bawahnya.
Ensyclopedia: metode tradisional untuk memberikan pengetahuan mengenai keterampilan peksos di dalam praktik dari orang yang sudah terlatih kepada orang yang belum terlatih, dari orang yang berpengalaman kepada orang yang belum berpengalaman.
2.      Tujuan supervise
a. Tujuan jangka pendek: untuk meningkatkan kemampuan peksos supaya bisa melakukan pekerjaan lebih efektif, membantu peksos tumbuh dan berkembang secara profesional.
b.      Tujuan jangka panjang: supaya bisa menangani klien dengan efektif dan efisien
3.      Tingkatan posisi

4.      Supervisi sebagai indirect service
5.      Supervisi adalah proses interaksi 
      Jadi definisi supervisor adalah seorang staff administratif dari organisasi dimana dia mendapatkan otoritas untuk mengarahkan, untuk mengkoordinasi dan mengevaluasi peksos dan yang ada di bawahnya.
Di dalam mengimplementasikan tanggung jawab ini supervisor juga melakukan administratif, edukasi, dan suportif dalam relasi yang positif.

Model-model Supervisi
1.      Tutorial Model
Supervisi menghadapi satu persatu pekerja sosial ketika sedang konsultasi, berdiskusi, etc

Kelemahan: akan membutuhkan waktu yang lama bagi supervisor untuk bekerja dan hal ini sangat tidak efisien. Namun model ini sangat cocok untuk menangani kasus-kasus yang special.
2.      Konsultasi kasus
Supervisor yang baik akan memanggil peksos ketika terjadi kejanggalan atau kesalahan untuk bersama-sama saling belajar.

Kekurangan:
a.      tidak semua peksos nyaman dihadapkan dengan peksos yang lainnya.
b.      Peksos yang belum berpengalaman terkadang memiliki rasa minder
Kelebihan:

a.      menyingkat waktu (efektif-efisien)
b.       Sesama peksos bisa saling sharing
3.       Kelompok sebaya
Melakukan diskusi dengan sesama peksos, apabila supervisor sedang tidak ada di tempat. Secara administratif tingkatan semua peksos ketika mengadakan diskusi sama.

4.      Supervisi tandem
Bentuk pengembangan dari kelompok sebaya. Sesama peksos saling mensupervisori. Berikan peksos untuk memilih pasangannya sendiri.

5.      Team (together everybody achieve more)
 

Memberikan Penilaian
Pemberian penilaian menggunakan Tool Monitoring dan Standar Penentuan Respon

Macam-macam Supervisi

1. Supervisi Suportif
    Merupakan  bagian ketika Supervisor memberikan motivasi dan penilaian terhadap kinerja Pekerja Sosial
2. Supervisi Edukasi
    Merupakan bagian pemberian pelatihan atau transfer ilmu dari Supervisor kepada Pekerja Sosial agar      kinerjanya dapat berkembang dan meningkat lebih baik
3. Supervisi Administratif
    Merupakan bagian laporan atas hasil kinerja

Kewajiban Supervisor dalam Memenuhi Kode Etik Pekerja Sosial

1. Menyediakan informasi
2. Mengidentifikasi masalah
3. Mengawasi pekerja
4. Memantau batasan-batasan
5. Mereview dan mengkritik pekerja sosial terhadap kasus yang dihadapi

Indikator Pekerja Sosial dan Supervisor

1. Pekerja sosial merasa seolah-olah seluruh tenaga fisiknya telah terkuras habis
2. Pekerja sosial rentan terkena flu, pusing, dan sakit kepala
Secara emosional:
1. Pekerja sosial merasa putus asa
2. Pekerja sosial pesimis
3. Kesal dan marah
4. Kehilangan antuasias
5. Komitmen dalam bekerja akan terkikis secara bertahap
Secara tingkah laku:
1. Pekerja sosial terhambat atau bolos kerja
2. Membatalkan janji dengan klien
3. Pendekatan sinis atau apatis dengan klien
4. Pekerja sosial menghindari kontak mata atau fisik dengan klien
5. Pekerja sosial tidak sabar dengan klien
Sumber stres:
1. Supervisi: edukasi, administrasi, hubungan supervisor dan supervisee
2. Klien
3. Sifat
4. Organisasi
Masalah Supervisor dan Tekanan
1. Motif perubahan
2. Persiapan untuk perubahan
a. adanya tekanan untuk stres
b. pengawas yang tidak siap
c. krisis karir
3. Perubahan persepsi diri dan identitas
4. Tanggung jawab yang lebih besar menjadi beban
5. Penyeleseian awal
6. Perubahan hubungan dengan rekan

Penilaian Evaluasi

1. Nilai supervisee
2. Nilai supervisor
3. Nilai klien
4. Nilai evaluasi: kognitif, nilai etika, pemahaman pengetahuan



Rabu, 12 Juni 2013

RANGKUMAN MATERI PSIKOTERAPI



 
A.     Pengertian Psikoterapi
Psikoterapi berasal dari kata psyche yaitu jiwa dan hati sedangkan theraphy berarti merawat dan mengasuh. “Psycotherapy is the talking cure a conversation with a therapeutic purpose and psychological treatment with not just talking but experiencing and re learning”. Psikoterapi termasuk ke dalam pertolongan professional.
Ada beberapa aspek yang  berkenaan dengan proses psikoterapi, yaitu:
1.      Behavioral management shapping
2.      Emotional and psychological
3.      Intellectual and spititual
4.      Life skill
B.      Tujuan Psikoterapi
1.      Right living:  Mendapatkan hak dalam hidup
2.      Healthy life: Membiasakan hidup sehat
3.      Normative life: hidup sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku.
Pada intinya dengan adanya proses psikoterapi seorang terapis ingin mengembalikan pasiennya kepada kebiasaan hidup yang normal pada umumnya yang berlaku, sehingga pasien bisa diterima dan tidak dianggap menyimpang.

C.      Hubungan antara Psikoterapi dengan Pekerjaan Sosial


 
                                  Mikro                                mind                      re lerning
Social Work scopes                   Mezzo                                body                     re ability                    behavioral shapping
                                                      Makro                                soul                       re habituasi             
                                                                                                         Healty Live                                              Skill      Attitude   Value
                                   Social in Environment            Behavioral
                                                                                                                     simpton                                                                            CHARACTER
                                                                                                                       disorder (mal function)


     GOALS (Social Function)
                                                                                                               Assessment                  Intervensi

Social worker itu bekerja dengan klien untuk melakukan empowering, enhancemant, educating, motivating, bimbingan, dan terapi.

D.     Tahapan-tahapan Terapis
1.      Talking cure: mengungkap hal tidak terungkap
2.      Hypnosis: memberikan sugesti sesuai dengan masalah yang diderita pasien
3.      Relaksasi: Membuat keadaan saraf dan otak  menjadi santai
4.      Visualisasi: Mengantarkan kepada realitas
5.      Katarsis: membuat pasien sadar dan terbangun dari masalahnya yang dialaminya
6.      Insight: Perenungan
7.      Relaksasi kembali
8.      Diskusi: Mengajak untuk terbuka pikiran dan hati

E.      Macam-Macam Proses Terapi
1.      Individual Therapy disebut dengan Emotional Focused Therapy. Bisa dilakukan dengan cara:
a.      Psiko edukasi: memberikan tutorial, nonton film atau semacamnya yang berkenaan dengan permasalahan klien
b.      Konseling: mengeluarkan unek-unek, meringankan beban masalah, bahkan menemukan jalan keluar, dan memutuskan suatu perkara
c.       Home work: memberikan tugas rumah agar klien lebih bertanggung jawab, termotivasi, dan termonitoring.
2.      Couple Therapy disebut dengan Emotional Focused Couple Therapy. Dilakukan dengan cara mempertemukan kedua belah pihak selaku klien. Biasanya terjadinya ketika hubungan suami istri mengalami masalah. Suami istri tersebut diberikan waktu untuk mengungkapkan permasalahannya dari sudut pandang yang ia miliki, sehingga nanti akan terlihat akar permasalahan dengan jelas. Selaku terapis kita harus brsikap netral dengan cara memandang masalah dri dua sudut pandang yang berbeda. Setelah akar permasalahan jelas, kita berikan untuk kepada pasangan tersebut mengenal hal-hal apa saja yang mereka inginkan. Diskusi dan beri tugas rumah. Kurang lebih pelaksanaanya bisa dilakukan seperti itu.
3.      Group therapy, dilakukan dengan cara membuat lingkaran jangan sampai ada yg membelakangi. Buat aturan main dan sepakti bersama. Setelah itu  

F.       Tentang Ecounter Group
Suatu pertemuan yang diikuti oleh seluruh residen untuk mengungkapkan perasaan kesal, marah, emosi, terhadap residen yang lain dengan cara yang lebih sopan.
Adapun tujuan dari Ecounter Group adalah:
1.      Menghindari kekerasan
2.      Menghilangkan emosi
3.      Residen mampu mengendalikan perasaan
4.      Residen mampu melihat kondisi objektif residen
Langkah-langkah conduct, pertama conduct membuka ground rules. Setelah ground rules dibuka tanyalah subjek yang memiliki feeling terhadap drop slip issue. Jika issue belum jelas maka conduct akan membuka confront. Setelah subjek mengeluarkan feeling conduct memberikan direction kepada subjek untuk level up (hugh)

G.     Tentang Tahapan Terapi secara Islam
1.      Motivational Interviewinc
a.      Eksplorasi: membuka forum dengan cara melihat kelebihan-kelebihan diri (menggali kekuatan) dan hal-hal yang harus disyukuri
b.      Confrontation: membuka issue atau pembukaan
c.       Elaborasi: - targhib: uraian yang menggembirakan – tarhib
2.      Home work: memberikan tugas seperti synopsis atau self writing bisa juga ditugaskan membuat diary diri.
3.      Diskusi
4.      Taklim fadhilah syukur

H.     Tentang Tahapan Group Static
1.      Buatlah sebuah kelompok dengan bentuk circle
2.      Mulai dengan membaca doa bersama
3.      Beri nama untuk static: diambil dari kata-kata yang menginspirasi dan ucapkan katakata tersebut setiap kali ingin membuka forum contoh, “selamat malam faith”
4.      Konselor menjelaskan rules
a.    Setiap orang wajib mengutarakan masalah (1 man 1 issue) baik itu past, present, atau future
b.    Honesty
c.    Openness to the experience
d.    Open mind, open heart, and direction
5.      Sharing feeling searah jarum jam
a.      Isu – self exposure – man issue
b.      Variable terikat
6.      Feed back dari anggota
a.      Konfirmasi
b.      Konfrontasi = eksploratif
c.       Way out and direction
7.      Chip in
8.      Konselor memberikan elaborasi

I.        Morning Meeting
J.        Copping Skills with Active aggressive Behaviour
K.      Tentang Penyakit Hati dan Tahapan Terapi Istighfar
L.       Pendekatan Therapeutic Community
M.   Terjadinya Burnout